Januari 23, 2021

Cerdass

sebuah ruang penuh wawasan

Wisatawan Akan Diusir Dari Tamansari Yogyakarta Bila Tak Patuhi Protokol Kesehatan

2 min read

Pintu masuk wisata taman sari yogyakarta Cerdass.IDN/Muhamad Jusup Farhand

Penulis: Muhamad Jusup Farhand

TANGERANG– Kebijakan baru mengenai wisatawan yang wajib menyertakan hasil rapid antigen memengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke tempat wisata Taman Sari, Kota Yogyakarta. Pasalnya setelah kebijakan tersebut diberlakukan saat libur Natal, belum ada peningkatan wisatawan yang signifikan. Koordinator Taman Sari Ridwan Syam mengatakan bahwa dengan adanya aturan tersebut, jumlah wisatawan pada kemarin hanya mencapai sekitar 800 orang. “Peningkatannya tidak signifikan dibanding hari-hari biasa saat pandemi kemarin, sekitar 800 orang,” kata beliau di Taman Sari, Sabtu (26/12/20020).

Hanya 5 Persen Walaupun sudah ada aturan wajib menyertakan hasil rapid antigen, pihak pengelola belum sepenuhmya menerapkannya. Dikhawatirkan jika diterapkan, pihaknya tidak mendapat tamu saat liburan. “Yang penting dia mengikuti protokol kesehatan (prokes). Kalau pemerintah kan ada rapid test, kalau kami menerapkan itu kami tidak dapat tamu. Dilemanya itu. Prokes itu kami terapkan seperti sekarang ini,” ujar Ridwan.

Protokol kesehatan di Taman Sari Pihaknya menerapkan protokol kesehatan bagi wisatawan yang masuk ke area Taman Sari, seperti bergantian untuk masuk ke taman sari sesuai dengan grup yang sudah dibentuk, wajib memakai masker, dan jaga jarak satu sama lain walaupun dalam satu anggota grup. Jika wisatawan yang masuk masih membandel tidak mau menerapkan protokol kesehatan, pihaknya tidak segan-segan untuk mengusir wisatawan tersebut


“Kami usir. Pernah kejadian ada yang ngeyel tidak mau pakai masker karena sesak napas. Ya saya katakan kalau sesak napas jangan berwisata. Orang lain saja tidak mengeluh pakai masker, berarti dia hanya alasan saja,” tutur Ridwan. Tetapi, pihak pengelola kewalahan untuk mengatur wisatawan yang sedang antre untuk membeli tiket masuk. Antrean panjang membuat para wisatawan tidak menjaga jarak. “Kasian petugasnya kalau harus teriak-teriak mengingatkan.

Kami berharap wisatawan memiliki kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker dan menjaga jarak,” imbuh dia. Sebelum masuk, wisatawan dipersilakan mencuci tangan. Tour guide kemudian akan membuat kelompok kecil. Jeda antar-kelompok masuk kurang lebih 10 menit. Hal tersebut bertujuan agar wisatawan tidak berkerumun di dalam Taman Sari dan tidak saling berpapasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.