April 23, 2021

Cerdass

sebuah ruang penuh wawasan

Saksi Kunci Kasus Edhy Prabowo Meninggal

1 min read

Source Image: Tribun.news

Penulis : Raihan Putra R

JAKARTA– Mantan mentri kelautan dan perikanan edhy prabowo melakukan suap izin ekspor benih lobster tahun 2020.

Selasa 24 November 2020 Edhy ditangkap KPK di kawasan Bandara Soekarno Hatta, menindak hasil penyelidikan kpk sejak 21 hingga 23 November. Hasil penyelidikan adanya transaksi rekening bank yang diduga sebagai penampungan dana dari berbagai pihak dan dipergunakan untuk membeli sejumlah barang mewah di luar negeri. Edhy prabowo dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus suap lobster.

Belum lama ini pada 31 Desember 2020 saksi kunci dalam persidangan meninggal. Ia adalah Deden Deni pengendali dari PT Aero Citra Kargo.

Denden pernah diperiksa KPK pada 7 Desember 2020, saat itu penyidik mendalami perihal pengajuan permohonan izin ekspor benur Lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan. KPK menduga Edhy dkk melalui perusahaan ACK menerima sebagian uang pengangkutan.

PT ACK sendiri memasang tarif pengangkutan Rp. 1.800 per ekor. Uang hasil ekspor tersebut diduga oleh KPK masuk ke rekening pemegang PT ACK, Ahmad Bahtiar dan Amri. Dugaan KPK mereka berdua ada sangkut pautnya dengan Edhy.

Selain Edhy, KPK telah menetapkan enam orang tersangka, yaitu Staf Khusus Mentri Kelautan dan perikanan sekaligus Wakil ketua telah menetapkan enam orang tersangka, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Andreau Pribadi Misata, Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin.

Selanjutnya, pengurus PT ACK Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.