April 23, 2021

Cerdass

sebuah ruang penuh wawasan

Cerita Haru Kakek Penjual Es Lilin, Tetap Semangat Meski Hanya Dapat Rp12 Ribu Sehari

2 min read

Sumber: Instagram @kitabisa.com/https://www.instagram.com/p/CI7aBHgBa0J/Henry

Penulis: Agatha Florencia Resley 

TANGERANG– Cerita haru sekaligus inspiratif datang dari penjual es lilin bernama Mbah Jali dari Jember, Jawa Timur. Meski sudah berusia 78 tahun, kakek ini masih semangat untuk berjualan keliling menaiki sepeda dengan kondisinya yang tak lagi prima.

Didiagnosa penyakit langka karena memiliki leher yang miring, Sang kakek tak patah semangat demi menghidupi istrinya yang lumpuh total akibat mengalami kecelakaan. Sang istri jadi penyemangat utama Mbah Jali untuk terus bekerja. Kisah Mbah Jali, seperti yang diunggah oleh akun Instagram @kitabisacom pada 18 Desember 2020, membuat banyak warganet merasa terenyuh melihat semangatnya. Mbah Jali menjajakan dagangannya berkeliling Kota Jember. Ia menjual es lilin untuk anak-anak yang ia temui di jalan.

Namun dalam sehari, hanya enam sampai 10 potong es lilin yang terjual. Selebihnya, Mbah Jali justru menggratiskan es lilin tersebut, kepada anak-anak yang ditemuinya di jalan. Alasan Mbah Jali menggratiskan karena merasa senang ketika melihat anak-anak tersenyum lebar setelah mendapatkan es lilin darinya. Penghasilannya per hari pun hanya sekitar Rp12 ribu saja, namun ia sudah merasa bersyukur.

Begitu pulang ke rumah, sang istri sudah menunggu kedatangannya. Istri Mbah Jali mengalami lumpuh total akibat kecelakaan. Meski begitu, Mbah Jali selalu setia merawat istrinya walaupun mereka hidup serba kekurangan. Kakek Jali sempat mengatakan kalau ia memiliki mimpi. Ia memimpikan bisa tetap sehat dan memiliki hidup yang layak dengan sang istri. Kisah sang kakek dan istrinya ini menarik banyak perhatian warganet. Sampai berita ini ditulis, video tersebut sudah disaksikan lebih dari 60 ribu kali dan mengundang banyak dukungan serta komentar positif.

Dilansir dari Liputan6.com beberapa warganet memberi tanggapan “Masya Allah kakek. Yaa Allah, semoga Allah mendengar doa kakek. Aaamin,” tulis seorang warganet. “Cara donasi ke Mbah Jali gimana? Sekalian biasanya keliling kisaran mana ya, kali aja ketemu biar bisa borong esnya,” timpal warganet lainnya.

“Bapaknya selalu keliling area kampus uin Jember, boleh banget temen2 sisihkan rejekinya buat beli juga dagangan beliau,” komentar warganet lainnya.

Dari beliau kita bisa melihat bahwa kita sebagai manusia perlu adanya rasa bersyukur dalam hal sekecil apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.