April 23, 2021

Cerdass

sebuah ruang penuh wawasan

Pasutri Pemilik Bubur Ayam Balap Ini Membagikan Bubur Ayam Gratis Selama Pandemi, Simak Kisahnya!

3 min read

Instagram/bubur_ayam_balap)

Penulis : Agatha Florencia Resley

TANGERANG– Dibalik kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi covid-19 ada saja orang-orang yang memanfaatkan hal tersebut untuk berbuat kebaikan. Pandemi covid-19 tak lantas membuat orang putus asa. Namun, jika pandemi dipandang dari sisi berbeda akan memunculkan ikatan sosial yang tinggi. Pandemi membuat orang saling menjaga dan saling membantu antar sesama. Seperti kisah inspiratif Bagong warga Yogyakarta ini. Pukul 5 pagi hari, berkemeja rapi, lengkap dengan dasi, dan sepatu tersemir licin, pria ini bukan bersiap-siap pergi ke kantor. Alih-alih ngantor, pria yang akrab disapa BG atau Bagong ini membuka warung buburnya di Cikdipoint, Terban, Kota Yogyakarta.

Dibantu sang istri Yuli, BG memulai harinya dengan meracik bubur ayam untuk para pelanggan setianya. Warung yang kini ia tempati untuk berjualan bubur baru sepekan ia buka. Dibukanya warung ini merupakan awal baru bagi usaha dan niat baik BG.

Tak hanya berjualan bubur, BG dan Yuli dikenal sebagai pasangan yang gemar berbagi. Saban Rabu, BG dan istrinya mengerahkan tenaga ekstra untuk meracik bubur lebih banyak. Bubur ini tidak untuk dijual, melainkan untuk dibagi secara gratis.

Keistimewaan BG bukan cuma Bubur Ayam Balapnya. Pria 32 tahun ini sejak awal berjualan bubur punya kegiatan berbagi bubur ke beberapa panti di Jogja. Sasarannya adalah para penghuni panti, baik itu panti asuhan, jompo, atau berkebutuhan khusus.

Kegiatan berbagi ini ia sebut dengan RabosanBerbagi (tidak bosan berbagi). Berawal dari dagangannya yang tak habis, Bagong dan istri berinisiatif membagi dagangannya ke panti asuhan secara gratis. Pertama hanya 10 hingga 20 porsi. Dulu, pernah dagangan Bagong sedang sepi-sepinya. Seorang teman lalu meminta Bagong membagikan buburnya ke panti dan membayarnya.

Dilansir dari Liputan6.com BG  berkata “Sempat dulu ada teman, waktu itu (dagangan bubur) pas sepi terus teman bilang ‘kalau nggak habis kasih ke panti nanti uangnya minta saya,’ dia itu yang pertama ikut berbagi.”

Satu tahun terakhir, kegiatan ini makin berkembang. Dana yang BG gunakan untuk RabosanBerbagi berasal dari sebagian hasil berjualan buburnya. Selain itu, ada beberapa donatur yang turut mendukung kegiatan BG. Dari mulai memberi beberapa bubur, lambat laun BG menambah porsi bubur yang ia bagikan.

Awalnya BG hanya rutin membagi bubur di sejumlah panti jompo dan panti asuhan. Panti jompo yang sering dikunjungi BG adalah Panti Sosial Tresna Wreda di kawasan Pakem, Sleman dan Panti Sosial Tresna Wreda di kawasan Kasongan, Bantul.

Kini, selain panti jompo, BG makin memperluas tempat berbaginya ke panti asuhan dan SLB. Lokasi panti dan SLB ini berada di Sleman, Jogja Kota, hingga Bantul. Hingga saat ini dalam sehari BG bisa mengunjungi kurang lebih 8 panti untuk membagikan buburnya.

Awalnya BG hanya sendiri saat menyalurkan bantuannya ke panti. Seiring berjalannya waktu, teman dan donatur kemudian turut membantu BG mengunjungi beberapa panti. Dalam seminggu, BG bisa membagikan hingga 800 porsi bubur ke panti-panti ini. Namun, semenjak pandemi berlangsung, jumlah porsi ini terpaksa harus dikurangi.

Meski pandemi COVID-19 menjadi hambatan terbesarnya saat ini, BG tetap tak ingin begitu saja berhenti berbagi. BG pun harus memutar otak agar RabosanBerbagi tetap berjalan. Pendapatan yang turun drastis dan donatur yang berkurang, membuat BG harus memangkas jumlah bubur yang ia bagi.

“Awal corona aku cuma nganter habis itu cabut. Cuma nggak banyak seperti dulu, jadi kisaran 15 porsi-30 porsi tiap panti.” imbuh pria asal Dlingo, Bantul ini. BG juga sementara ini hanya mengunjungi panti-panti kecil karena keterbatasan kuota bubur yang dibagikan. BG juga tetap menerapkan protokol kesehatan selama menyalurkan bantuannya. Dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), tiap Rabu BG tetap berkeliling Jogja menyalurkan bantuannya.

“Yang penting acaraku jangan sampai putus. Sayang banget acara positif kalau sampai putus. Yang penting kan kita juga menerapkan protokol kesehatan.” tambahnya.

BG juga masih tetap membuka donasi dari orang-orang baik yang ingin turut berbagi. Untuk saat ini BG hanya membuka donasi lewat transfer bank. BG kerap membagikan keigatan berbaginya di akun Instagram @bubur_ayam_balap dan @rabosanberbagi.

Menurutnya, pandemi bukan halangan untuk tetap berbuat baik. Kedepannya, BG ingin terus membantu orang-orang disekitarnya yang membutuhkan bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.