April 23, 2021

Cerdass

sebuah ruang penuh wawasan

PEMANDANGAN BARU PARIWISATA DI KALA PANDEMI

2 min read

Cerdass.com – Industry Pariwisata menjadi sektor terbesar kedua penyumbang devisa negara sebanyak rp. 280 tiliun pada tahun 2019, setelahnya yaitu industry minyak sawit dengan jumlah kunjungan wisatawan mancabegara ke Indonesia mencapai 16,11 juta junjungan atau naik 1,88% di banding dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada periode 2018 yang berjumlah 15,81 juta kunjungan.

Perolehan devisa memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, sebab industry pariwisata menggandeng berbagai bisnis, mulai dari resor, hotel, transportasi, bahkan UMKM pun terlibat.

Data dari Global Economic Data, Indicators, Charts & Forecasts (GEIC) yang diolah kembali oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata menyerap pekerja sekitar 10% (13 juta orang) dari total tenaga kerja nasional pada 2019.

Sejak awal 2020 pandemi covid-19 melanda berbagai negara dan masih membatas perjalanan oleh banyak negara dalam upaya pencegahan dan penularan. Dampaknya, devisa negara, pendapatan asli daerah, serta pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di pariwisata terpukul hebat.

Hingga saat ini masih menjadi perbincangan apakah sektor papriwisata akan tetap berjalan padaera kenormalan baru di tengah pandemic covid-19, atau menunggu pandemic berakhir yang belum terjamin validasinya. Di bukanya kembali objek pariwisata pada era kenormalan ini di beberapa daerah di harapkan di iikuti bangkitnya optimism roda perekonomian kembali berputar.

Dibukanya kembali industry pariwisata saat pandemi juga harus menjalankan protocol kesehatan dengan benar dan disiplin sesuai Santadar Oprasional yang berlaku, khususnya bagi para konsumen pariwisata. Sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan simulasi di sektor pada era kenormalan. Sejumlah destinasi wisata bersiap nemerima wisatawan walau masih di batasi jumlahnya. Di bukanya destinasi wisata seperti Taman Wisata Candi Borobudur ini telah melalui prosedur yang pertama yaitu persetujuan daru Gubernur Jawa Tengah yaitu Ganjar Pranowo

Pembukaan destinasi Candi Borobudur ridak terlepas dari kehati-hatian serta penerapan protocol kesehatan yang sangat ketat. Lalu dalam kawasan candi Borobudur juga ada tata terbit untuk tudak berkerumunan, serta aera spot foto di beri jarak.

Peraturan baru juga dirancang dalam pembukaan kembali situs wisata Candi Borobudur, yaitu tidak semua wisatawan diperbolehkan naik ke atas candi. Peraturan ini dibuat agar batu-batu candi tidak banyak disentuh oleh wisatawan. Karena apabila nantinya batu ini banyak disentuh dan sering disemprot menggunakan desinfektan, dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi candi.


 PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono tidak akan gegabah dengan tetap melakukan pembatasan pengunjung hanya 10 sampai 15 persen atau maksimal 1.500 orang per hari, yang pelaksanaannya akan di-monitoring oleh tim dari pemerintah daerah.


Menurut Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi, Borobudur merupakan gerbang berdamai dengan Covid-19. Artinya, Covid-19 masih ada tetapi produktivitas tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang telah disepakati, Pembukaan kembali sektor pariwisata pada era kenormalan baru penting dilakukan untuk mendongkrak perekonomian, namun tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Mari kita bergotong royong demi mendongkrak perekomomian Indonesia kembali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.